Ketika dimana semua menjadi tidak terkendali
Hadirlah ilham dari
pikiran anak manusia
Menjelaskan bagaimana harus bertindak
Menerjemahkan sesuatu yang tabu
Memerintahkan sebuah strategi yang bijaksana
Dikala itu semua masih dialam kebodohannya
Hanya tahu terang tanpa tahu gelap
Hanya tahu biru tanpa tahu merah
Hanya tahu siang tanpa tahu malam
Fatamorgana terjadi
Dia datang membawa seribu kepastian
Menyodorkan secarik kertas kepada kedua belah tangan
Berbisiklah lidah dengan lantang
Sekumpulan kata-kata yang membahana
Sekelompok kalimat yang menyegarkan
Sebanjar paragraf yang menyadarkan
“Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoewa
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.”
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoewa
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.”
Sejarah menorehkan arti mendalam dari sebuah Sumpah
Sumpah yang saat ini diabadikan sebagai munculnya sebuah
bangsa
Sumpah itu adalah Sumpah Pemuda
HAPPY YOUTH PLEDGE DAY INDONESIA
No comments:
Post a Comment